Langsung ke konten utama

Indikator Penyimpangan dalam Masyarakat



Halo, ini adalah tulisan kedua tentang review materi kuliah sosiologi perilaku menyimpang.


Lets read…






Indikator Penyimpangan dalam Masyarakat


Tindakan penyimpangan dan tindakan kriminal pada dasarnya berbeda. Ketika seseorang melakukan tindakan kriminal maka orang tersebut telah melakukan penyimpangan. Namun, ketika seseorang melakukan tindakan penyimpangan maka belum tentu orang tersebut melakukan tindakan kriminal. Tindakan kriminal dapat dianalisis dengan perspektif kriminologi dimana dalam perspektif ini terdapat kolaborasi beberapa disiplin ilmu, diantaranya adalah psikologi dan sosiologi.






Sementara itu, dalam menentukan perilaku menyimpang seseorang terdapat beberapa indikator, diantaranya:


a. Pandangan statistik


Ketika terdapat perilaku yang secara statistik atau ada perhitungan angkanya sedikit terjadi di masyarakat karena dianggap berbeda atau menyimpang. Pada saat terdapat suatu perilaku yang berbeda dari norma dalam masyarakat, maka dianggap menyimpang.


Contoh: Ketika terdapat sekumpulan remaja yang meminum minuman keras padahal terdapat larangan di wilayah tersebut, maka perilaku pemuda ini adalah menyimpang.






b. Pandangan Absolut


Penyimpangan adalah suatu penyakit dalam masyarakat.


Contoh: Kasus bunuh diri yang pasti pernah ingin dilakukan oleh setiap orang dalam tekanan masalah tertentu.






c. Pandangan Reaktifis


Penyimpangan disini terdapat suatu pelabelan dari masyarakat, ini berdasarkan tindakan pelaku dan bagaimana pandangan masyarakat mengenai tindakan tersebut yang bertolak belakang dari aturan yang ada.


Contoh: seorang anak yang dicap “tukang bolos” oleh masyarakat sekitar akibat sering berada di rumah pada saat jam sekolah.






d. Pandangan Normatif





Dalam pandangan ini, norma sebagai pemeran utama dalam penentu atau patokan perilaku seseorang menyimpang atau tidak. Ketika ada pelanggaran sudah otomatis melakukan penyimpangan.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kenakalan Remaja

                                                   Kenakalan Remaja Kenakalan remaja adalah suatu tindakan pelanggaran aturan, nilai, atau norma yang dilakukan oleh anak usia remaja dengan rentang usia 10-21 tahun. tindakan yang dilakukan ini tentu akan merugikan banyak pihak baik dirinya sendiri maupun orang lain. Menurut Sunarwiyati (1985) terdapat 3 tingkat kenakalan remaja, yakni: Kenakalan biasa (contoh kenakalan ini adalah  pergi keluyuran malam, bolos sekolah, dan berkelahi) Kenakalan yang menjurus pada kejahatan (contoh kenakalan ini adalah mengendarai kendaraan tanpa memiliki surat izin mengemudi dan mencuri) Kenakalan khusus (contoh kenakalan ini adalah melakukan hubungan seks bebas, tindakan pemerkosaan, menggunakan narkoba) Penyebab kenakalan remaja sendiri terbagi menjadi faktor internal dan eksternal.  Faktor Internalny...