Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dengan label Teori Labeling

Teori Labeling 2 (Kelompok)

Histori Teori  labelling Labeling adalah sebuah definisi yang ketika diberikan pada seseorang akan menjadi identitas diri orang tersebut, dan menjelaskan orang dengan tipe bagaimanakah dia. Dengan memberikan label pada diri seseorang, kita cenderung melihat dia secara keseluruhan kepribadiannya, dan bukan pada perilakunya satu per satu. Labelling bisa juga disebut sebagai penjulukan/ pemberian cap. Pandangan baik secara formal maupun informal terhadap kenakalan dapat mempengaruhi sikap dan perilaku pelaku penyimpang tersebut yang selanjutnya berbagai penelitian dilakukan pada awal abad 90. Salah satu karya dari Frederick Thrasher yang peneliti geng remaja kelas bawah di Chicago pada tahun 1927 yang hasilnya bahwa pelabelan resmi dapat mempengaruhi perilaku seseorang untuk berperilaku sesuai dengan apa yang dilabelkan atau dijuluki. Beberapa tahun kemudian, Frank Tannenbaum (1938) yang memperkenalkan istilah dramatisasi kejahatan yang dimana ia berpendapat bahwa secara resmi melabe...

Teori Labeling 1

                                                      Teori Labeling Penelitian labeling dan konsep diri ini menggunakan anak-anak remaja dan kelompok geng  anak remaja sebagai objek penelitiannya. Dalam konsep ini, Thrasher dan Tannenbaum berpendapat bahwa terdapat hubungan antara konsep diri dan pelabelan yang diberikan oleh masyarakat kepada remaja yang melanggar aturan. Selain itu, menurut Matza anak-anak yang telah memiliki labeling tadi mengembangkan sikap-sikap yang buruk kepada petugas kepolisian dan pengadilan akibat adanya citra diri yg buruk. Dari penelitian ini dapat dilihat bahwa terdapat hubungan antara pelabelan dan citra diri seseorang. Selanjutnya, William Chambliss melakukan penelitian terhadap 2 kelompok geng remaja (kelas atas menyebut diri mereka geng orang suci atas dasar kedudukan kelas sosial dan kehormatan yg dimiliki da...